27.12.15

Learning by Doing untuk Karyawan Baru



Restu Wahyuningtyas
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45

Ali 21 tahun tidak secara serius mendaftar di sebuah perusahaan yang dekat dengan rumahnya. Dia melamar pekerjaan sebagai staf administrasi.  Lamaran Ali diterima dan dia mendapat panggilan untuk melakukan tes tertulis dan wawancara. Perusahaan memutuskan untuk menerima Ali.


Beberapa hari setelah dinyatakan diterima, Ali mulai masuk kerja. Ali akan melakukan training selama 3 bulan. Training yang dilakukan mulai dari pengenalan lingkungan kerja kemudian langsung dilanjutkan pada pekerjaannya secara spesifik. Awal training dirasa berat oleh Ali karena ia tidak berasal dari latar belakang administrsasi. Namun ia berusaha untuk dapat melaksanakan proses training. Jenis training yang dilakukan oleh Ali adalah learning by doing. Alasannya karena perusahaan sangat memerlukan tenaga administrasi. sehingga ketika training, Ali diharapkan dapat langsung produktif.
Learning by doing sebenarnya dirasa berat oleh Ali. Karena dia harus belajar sekaligus melakukan pekerjaan secara bersamaan sedangkan dia benar-benar baru dalam hal administrasi. Kesulitan lain yang dihadapi Ali adalah dia harus melakukan koordinasi dengan karyawan lain untuk menyelesaikan pekerjaannya. Jadi pada masa training tersebut Ali harus melakukan banyak hal seperti belajar, menyelesaikan pekerjaan, koordinasi dan adaptasi secara bersamaan.
Meskipun pada awal proses melamar kerja Ali tidak secara serius dan akhirnya ia mau menerima pekerjaan di perusahaan tersebut, sebaiknya ali mulai memotivasi diri untuk bekerja. karena dengan bisa memotivasi diri maka akan menumbuhkan semangat bekerja terutama untuk melalui proses training yang dirasa berat.
Dalam mengatasi permasalahan training melalui learning by doing, Ali dapat mengikuti proses training dengan cara mengamati dan meniru/mencontoh trainer. Perilaku training dengan cara tersebut adalah sesuai dengan teori social learning. Social learning adalah proses perubahan perilaku yang melibatkan orang lain (Shinta, 2002). Dengan mengamati dan meniru trainer maka Ali akan dapat mengikuti proses training, karena Ali secara langsung dapat memenuhi tuntutan training dengan learning by doing.
Selain dengan mengamati dan meniru, untuk mengatasi masalah training yang dilakukan melalui learning by doing, saya mengajukan saran kepada Ali untuk mengikuti training dengan memahami materi yang sedang dipelajari. Menurut Chisnall (1995 dalam Munandar, 2012) cognitif memandang pembelajaran sebagai proses dari merestruktur pengetauan yang telah ada pada seseorang dalam kaitannya dengan masalah khusus. Penstrukturan kembali dari persepsi menghasilkan suatu penyadaran/pemahaman , yang merupakan ciri yang menonjol dari satu tindakan intlektual.
Referensi:
Munandar, A.S. 2012. Psikologi Industri dan Organisasi.Jakarta:UIP
Shinta, A. (2002). Pengantar psikologi sosial. Edisi ke-2. Yogyakarta: Universitas Proklamasi 45

0 comments:

Post a Comment