28.12.15

Impian Kartini dalam Nawacita

Ringkasan Artikel : Impian Kartini dalam Nawacita


Antoni Firdaus
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Sembilan agenda prioritas (Nawacita) Joko Widodo – Jusuf Kalla untuk rakyat Indonesia dituangkan dalam Sembilan agenda pembangunan nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015 – 2019.Cita – cita Kartini dalam memajukan harkat dan peranan perempuan sesungguhnya sudah termaktub dalam RPJM tersebut.
Agenda pembangunan perempuan secara eksplisit dituangkan dalam sub-agenda prioritas 2 dari agenda prioritas kedua (membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya) yaitu meningkatkan peranan dan keterwakilan perempuan dalam politik dan pembangunan. Juga dalam agenda prioritas 8 dari agenda prioritas ke empat (memperkuat  kehadiran Negara dalam melakukan reformasi system dan penegakan hokum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya) yaitu melindungi anak, perempuan, dan kelompok masyarakat marjinal.
Sasaran pembangunan pembangunan perempuan adalah meningkatnya indeks pembangunan jender dan indeks pemberdayaan jender.
Pencapaian sasaran pembangunan perempuan dan visi pembangunan nasional 2015-2019 terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.
Menurut laporan Program Pembangunan Persrikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) menunjukan bahwa di Indonesia indeks pembangunan manusia (IPM) perempuan 8 persen lebih rendah daripada IPM laki-laki.Secara rata-rata laki-laki sekolah 1.2 kali lebih lama daripada perempuan.Sehingga Indonesia menempati urutan ke-98 dari 148 negara dalam hak ketidakadilan jender dalam pembangunan manusia.
Akibatnya dari ketidakadilan jender menghambat pembangunan dalam kesehatan reproduksi, demokrasi, pendidikan, partisipasi angkatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi.

Sumber : Omas Bulan Samosir, Impian Kartini dalam Nawacita. Kompas, 21 April 2015

0 comments:

Post a Comment