1.11.15

RINGKASAN ARTIKEL : RUSAKNYA TATANAN AKADEMIS


Murjiwantoro
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta



Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia.

Apa yang menyebabkan Rusaknya Tatanan Akademis? Penyebab Rusaknya Tatanan Akademis adalah Jual-Beli jasa pembuatan Skripsi, jasa itu seolah membantu tetapi sebenarnya merusak tatanan akademis nasional. Joki Sekripsi yang sangat mudah dijumpai membuat mahasiswa yang malas mengerjakan sekripsi lebih memilih menggunakan jasa pembuat sekripsi.

Berapakah joki sekripsi mematok harga pembuatan sekripsi? Joki sekripsi mematok harga 3 Juta untuk pembuatan sekripsi biasa sedangkan sekripsi yang membutuhkan keahlian penerjemah dipatok dengan harga 10 juta – 12 Juta, tarifnya lebih mahal dikarenakan jasa penerjemah dibayar mulai Rp.30.000 – Rp. 35.000 per lembar.

Bagaimana Perguruan Tinggi mendeteksi Sekripsi tersebut apakah dikerjakan sendiri atau menggunakan jasa joki sekripsi? Tidak mudah bagi perguruan tinggi mendeteksi tugas akhir mahasiswa yang dikerjakan joki. Langkah yang dilakukan antara lain mengharuskan karya ilmiah itu diunggah ke internet sehingga jika terjadi plagiarism, masyarakat bisa menemukannya.

Kesimpulan dari ringkasan artikel tersebut adalah fenomena jasa joki tak lepas dari pandangan meremehkan pendidikan tinggi dikalangan mahasiswa, permasalahan joki karya ilmiah itu berkaitan dengan kemerosotan mental masyarakat. Jika dibiarkan, pendidikan tinggi tidak akan maju dan generasi berkualitas sulit muncul. Perlu revolusi mental dikalangan mahasiswa dan dosen agar kembali menghargai nilai-nilai kejujuran serta kerja keras, terutama di kalangan pendidikan tinggi.




Sumber tulisan : Dene, (2015), Joki Sekripsi Rusak Tatanan Akademis, Kompas, 21 Mei 2015, Hal-12

0 comments:

Post a Comment