6.11.15

Pencegah Pening


Tri Jumiati
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Pening atau Pusing  bisa dihasilkan dari gangguan yang mempengaruhi bagian tubuh manapun yang mempengaruhi keseimbangan (seperti telinga bagian dalam dan mata) atau dari obat-obatan tertentu. Pening dapat diobati tergantung pada penyebab terjadinya pening tersebut  dan dapat diobati dengan cara menghilangkan gejala-gejala yang menyertainya.

Pada usia berapa pun, pening bisa menyebabkan masalah, terutama sekali ketika melakukan penghitungan atau tugas yang berbahaya, seperti berkendara atau mengoperasikan mesin berat. Orang yang mengalami pening yang berlangsung lama atau berhubungan dengan kegiatan sehari-hari harus mengunjungi dokter.

Dokter biasanya menggolongkan pening sebagai:
  1. Pusing atau sakit kepala ringan.
  2. Kehilangan keseimbangan.
  3.  Vertigo.

            Pening memiliki banyak penyebab karena banyak bagian tubuh bekerja bersama untuk menjaga keseimbangan, termasuk telinga bagian dalam, mata (yang menyediakan isyarat penglihatan diperlukan untuk menjaga keseimbangan), otot dan persendian, otak (terutama batang otak dan cerebelum), dan syaraf yang menghubungkan semua bagian. 

Setiap jenis pada pening cenderung mengalami penyebab khas. Misalnya, pusing dan sakit kepala ringan bisa terjadi dari mendadak jatuh pada tekanan darah atau dari gangguan lain yang diakibatkan suplai darah menuju otak yang tidak tercukupi. Pada gangguan ini, jantung kemungkinan tidak cukup memompa ke otak, atau arteri menuju otak kemungkinan tersumbat atau menyempit. 

Kehilangan keseimbangan bisa diakibatkan dari gangguan penglihatan karena tubuh bergantung kepada isyarat penglihatan untuk menjaga keseimbangan. Kehilangan keseimbangan bisa juga diakibatkan gangguan musculoskeletal, yang menyebabkan kelemahan otot dan dengan demikian berhubungan dengan sulvant dan sedative) dan gangguan pada bagian dalam telinga. Penyebab lain termasuk penggunaan obat-obatan tertentu (seperti antikonvulsan dan sedative) dan gangguan dalam telinga. 

Pengobatan khusus bergantung pada penyebab yang dikenali. Mendapatkan cairan yang cukup sering memperbaiki tekanan darah rendah arthostatic yang diakibatkan dari dehidrasi. Obat-obatan (seperti mineralocorticoid dan midodrine) kemungkinan diperlukan untuk orang dengan hipotensi arthostatic yang disebabkan disfungsi pada sistem syaraf autonomi. Jika penyebab pening adalah sebuah obat, obat tersebut dihentikan atau dosisnya dikurangi. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) seringkali dapat diringankan dengan gerakan memutar kepala (gerakan epley) dilakukan di ruangan dokter. Jika dokter menduga gejala-gejala tersebut seperti stroke, kemudian faktor resiko diobati, beberapa obat-obatan antiplatelet diberikan dan kemungkinan dengan membypass atau menempatkan stent pada arteri yang tersumbat.

Tanpa memperhatikan apakah sebuah penyebab dikenali, obat-obatan kemungkinan diberikan untuk mengurangi gejala-gejala yang menyertai (seperti mual) atau untuk mencegah tekanan darah turun.

Jika pening berlangsung lama meskipun diobati, orang bisa mempelajari strategi untuk membantu mereka lebih berfungsi, seperti berikut di bawah ini:
  1. Menghindari gerakan yang memicu pening untuk mereka, seperti melihat ke atas atau membungkuk ke bawah.
  2. Menyimpan benda pada tingkat yang mudah diraih.
  3. Berdiri pelan-pelan setelah duduk atau berbaring.
  4. Mengepalkan tangan mereka dan melenturkan kaki mereka sebelum berdiri.
  5. Mempelajari olahraga yang dikombinasi dengan mata, kepala, gerakan tubuh untuk membantu mencegah pening.
  6. Terapi fisik dan olahraga untuk menguatkan otot dan memelihara gaya berjalan bebas selama mungkin.
Sumber : INU. (2015). Pencegah Pening. Kompas. 02 November. Halaman 32.

0 comments:

Post a Comment