11.11.15

Kondisi Psikis Wanita Setengah Baya



Dewi Larasati

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Ringkasan Materi :
Kondisi Psikis Wanita Setengah Baya


           Kondisi psikis wanita setengah baya pantas untuk mendapatkan perhatian lebih. Karena rentan usia ini memiliki kemiripan dengan usia remaja. Dimana terdapat masa transisi atau masa peralihan yang rawan dengan konflik pekembangan.
Fenomena wanita setegah paruh baya juga merupakan yang sering dibahas dalam psikologi kemanusiaan. Manakala bertahun-tahun seorang wanita menjadi pencurah kasih sayang, pemberi perhatian, pengamat perilaku hampir seluruh orang yang dekat dengannya, kemudian ketika sampai ke tahap tertentu dia justru berbalik ingin dicurahkan kasih sayang, ingin diperhatikan dan di dengarkan segala keinginan dan pendapatnya. Inilah titik balik yang biasa terjadi pada diri seorang wanita setengah baya.
Krisis paruh baya hanyalah salah satu yang dirasakan pada diri serang wanita setengah baya. Ketika segala perandai-andaian menumpuk didalam pikirannya, padahal dulu semua andai-andai tersebut bahkan tidak sempat mampir dalam benaknya.
Maka yang harus dilakukan oleh orang-orang disekitarnya adalah tetap setia dan sabar mendampingi. Karena pada titik tertentu yang tidak dapat dipastikan kapan tepatnya krisis paruh baya tersebut akan berlalu juga.
Lalu, pada usia berapa perubahan fisik yang diiringi perubahan psikis ini terjadi ?
Dikatakan usia setengah baya jika seorang wanita memasuki  rentang usia 40-60 tahun. Hal ini yang dikemukakan oleh seorang pakar psikologi, Elizabet B. Hurlock. Dalam bukunya ‘Developmental Psychology’.



0 comments:

Post a Comment