24.10.15

Tingkatkan Prestasi Akademik Anak dengan Modifikasi Perilaku



Juni Wulan Ningsih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Dear mbak juni, Sayakan punya anak  kelas 5 SD ya mbak, kenapa ya kok dia selalu mendapatkan nilai jelek pada mata pelajaran Matematika padahal mata pelajaran lain nilainya selalu bagus, ya tidak bagus-bagus banget si tapi lumayan lah. Anehnya itu kok cuma Matematika lho yang jelek.  Gimana ya mbak cara ngatasinya?”

 Ibu x dear, kalau menurut saya perlu diberikan terapi kepada anak ibu.  Perlu dicari tahu hal apa yang membuat anak ibu selalu mendapat nilai jelek pada mata pelajaran matematika, apakah ia tidak suka dengan mata pelajaran tersebut ataukah ada perilaku pengajarnya  yang membuat ia tidak suka sehingga membenci pelajaran matematika (trauma). Kemudian anak ibu disugesti atau dinasehati bahwa semua mata pelajaran itu menyenangkan  tidak terkecuali matematika, dengan kata lain mengubah pemikiran anak ibu tentang mata pelajaran matematika yang menakutkan menjadi menyenangkan. 


Selanjutnya kita perlu memodifikasi perilaku anak ibu bila ibu menginginkan prestasi akademik si anak meningkat dalam mata pelajaran matematika. Salah satu caranya dengan memberikan reinforcement (imbalan). Janjikan  kepada anak ibu akan membelikan sesuatu (bisa berwujud barang atau apa yang diinginkan anak) jika nilai matematikanya mengalami kenaikan, misalnya dari 50 menjadi 70. Motif ingin mendapatkan hadiah ini tentu akan mendorong anak ibu belajar matematika lebih keras lagi agar syarat yang diajukan tercapai. Kemudian saat ada peningkatan prestasi berikan hadiahnya dan pujilah anak atas keberhasilannya. 

Pemberian imbalan bisa tetap dilanjutkan jika dirasa anak belum serius dalam belajar matematika (motif belajarnya hanya ingin mendapatkan hadiah dari orang tua) untuk membentuk kebiasan belajar matematika pada si anak. Kemudian kurangi sedikit demi sedikit intensitas pemberian imbalan dan saat kesadaran anak mulai terbentuk hentikan pemberian imbalan yang ditandai dengan anak mulai belajar sendiri tanpa disuruh. Saat kesadaran anak mulai terbentuk hadiah bukan lagi yang terpenting baginya karena ia mulai merasakan nikmatnya belajar matematika dan dampak positif yang diperoleh tatkala nilai matematikanya bagus, seperti dipuji guru, menjadi tempat bertanya teman-teman yang tidak tahu dan lain sebagainya.

Pengubahan mindset dan pemodifikasian perilaku belajar anak ini diharapkan bukan hanya membantu meningkatkan prestasi belajar matematika anak ibu X melainkan juga anak-anak lain yang mempunyai masalah dalam belajar khususnya peningkatan prestasi akademik.



0 comments:

Post a Comment