10.10.15

Tawuran Antar Pelajar; Contoh Kasus, Konformitas Pada Remaja

RINGKASAN ARTIKEL: SISWA SMP SERANG SEKOLAH LAIN

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Chusnul Rizatul Unsha

Yogyakarta





SMP adalah masa dimana ajang berteman dan bermusuhan sangat berdampak. 

Seperti yang terjadi 16 April kemarin di Bantul siswa SMP saling serang lempar batu. 

Pelaku diduga siswa SMP swasta di wirobrajan yang menyerang siswa SMP N 1 

Kasihan Bantul. Kejadian ini dipicu saling ejek di jejaring sosial, pelaku yang tidak 

terima memprovokasi teman-temannya untuk menyerang siswa di SMP N 1 Kasihan 

Saksi mata menjelaskan pukul 11.00 wib rombongan pelaku datang dan melempari 

batu ke arah SMP N 1 Kasihan Bantul. Rombongan mengendarai sepeda motor. 

Saksi mata lain menjelaskan begitu pelemparan terjadi warga langsung mengejar 

pelaku. Begitu tertangkap pelaku langsung di serahkan ke pihak yang berwenang.

Kapolsek Kasihan, Kompol Suwandi membenarkan kejadian ini bukan pertama kali 

terjadi. Dari delapan siswa yang ditahan ada empat orang yang sudah kedapatan 

dua kali melakukannya. Dulu sudah ada perjanjian tidak mengulangi perbuatan yang 

sama namun dilanggar. Suwandi juga menjelaskan alasan penyerangan merupakan 

hal yang sepele. Penulis menduga sudah ada dendam dari dulu dari masing-masing 

siswa yang melakukan bentrok.

Para pelaku menurut Suwandi hanya akan diberi pembinaan oleh jajarannya karna 

usianya masih dibawah umur. Selain itu Suwandi berjanji akan mengambil langkah-

langkah yang lebih terpadu untuk mengatasi kasus bentrokan seperti ini agar tidak 

terjadi lagi. Suwandi juga mengatakan akan memanggil pihak sekolah masing-

masing untuk mencarikan solusi perdamaian bagi siswa kedua sekolah.

Apa sumbangan artikel tersebut dengan psikologi sosial ? Artikel ini memberikan 

contoh riil tentang penyimpangan perilaku siswa-siswa SMP. Sudah kita ketahui 

bahwa kehidupan seorang pelajar sudah bukan hanya di sekolah saja, tetapi juga 

kehidupan di rumah. Jika dilihat dari pandangan psikologi sosial maka pelajar sudah 

membagi lapangan kehidupannya menjadi dua, yaitu dari rumah dan lingkungan 

sekolah. Lapangan kehidupan seseorang mampu mempengaruhi perilaku atau sikap 

individu, namun hal itu tergantung respon individu kepada lingkungan. Individu 

tersebut juga berorientasi terhadap orang lain dengan cara yang berbeda-beda. 

Beberapa faktor bisa di tekan kan pada sejauh mana anak di ikut sertakan dalam 

keluarga – tak berarti, kontrol dari pihak keluarga maupun sekolah, diterima atau 

ditolak oleh orang tua.

Sumber tulisan: 

Apr (2015). Gara-gara saling ejek di facebook siswa SMP serang sekolah lain. 

Tribun Jogja, 17 April.

0 comments:

Post a Comment