14.10.15

Syukuri Apa yang Kita Miliki dan Maksimalkan Potensi Diri



Juni Wulan Ningsih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Menumbuhkan rasa syukur atas apa yang ada dalam hidup dan penggalian potensi diri itu ternyata sangat penting. Hal ini seperti yang dialami oleh teman penulis bernama AR yang bekerja di salah satu tempat di Yogyakarta. AR sendiri selain bekerja juga menjadi seorang mahasiswa di salah satu Universitas di Yogyakarta. Hal yang dikeluhkan AR kurang lebih berupa gaji yang diperoleh tidak sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan. Selain itu AR juga mengaku adanya perbedaan gaji antara dia dan temannya membuat iri, yang nota bene gaji AR lebih kecil dari temannya padahal pekerjaannya hampir sama. Hal ini juga sempat membuat AR tidak bersemangat dalam menjalani aktivitasnya baik bekerja maupun kuliah. 

Solusi yang coba diberikan penulis kepada AP adalah berusaha untuk selalu mensyukuri apa yang ia dapatkan dalam hidupnya. Bentuk dari rasa syukur itu sendiri berupa penerimaan atas gaji yang diperoleh dan segala resiko yang timbul sebagai akibat dia bekerja disebuah instansi seperti lelah, capek, dan lain sebagainya. Selain itu dia juga harus belajar hidup hemat dan memanagemen keuangan dengan sebaik – baiknya agar gaji tersebut bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari – hari. Upaya berhemat ini bisa dilakukan dengan memprioritaskan kebutuhan pokok dan menghindari hal – hal atau kebutuhan yang berbersifat kesenangan semata. Jika memang setelah berhemat ternyata gaji tersebut masih belum mencukupi maka kita bisa mencari pendapatan tambahan. Misalkan saja dengan menggali potensi yang ada pada diri kita sehingga potensi tersebut  dapat menghasilkan uang. Sebagai contoh kita pandai menari ataupun menulis bukankan hal tersebut dapat kita manfaatkan untuk mencari penghasilan tambahan, dengan menjadi guru tari dan mengikut sertakan tulisan kita pada suatu even atau dikirim ke media massa (kompas, koran tempo, jawa pos, dan lain sebagainya). 


Bentuk rasa syukur yang lain yakni mensyukuri bahwa kita telah mempunyai pekerjaan walaupun ada profesi lain yang jauh lebih besar gajinya dibandingkan profesi yang saat ini kita geluti.  Menurut saya adanya perbedaan gaji tersebut juga sesuai dengan ketentuan atau syarat – syarat untuk bekerja disuatu profesi. Jadi jika kita ingin memperoleh gaji yang setara dengan suatu profesi tertentu maka hal yang harus kita lakukan yakni menyetarakan tingkat study kita dengan jenjang study yang menjadi syarat profesi tersebut. Satu hal yang penting yakni kita masih bisa mencukupi kebutuhan hidup kita dengan usaha sendiri. Bukankah diluaran sana masih banyak orang yang kesusahan dan kondisinya lebih memperihatiinkan dibanding kita, seperti  tidak mempunyai tempat tinggal, tidak selalu bisa makan satu hari tiga kali dan lain – lain.

 Solusi – solusi ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa syukur serta bisa menggali potensi diri  bukan hanya bagi nara sumber sendiri akan tetapi juga bagi pembaca sekalian. Bahwa apa yang ada dalam hidup kita saat ini patut untuk disyukuri karena tanpa sepengetahuan kita jauh lebih banyak orang yang kurang beruntung dibanding kita. Potensi diri yang bisa dimanage dapat menjadi alat untuk menciptakan rasa percaya diri sekaligus dapat menghasilkan uang.

0 comments:

Post a Comment