30.10.15

Ringkasan Artikel : Adaptasi Pada Lingkungan Yang Buruk

Adaptasi Pada Lingkungan Yang Buruk
 R Joko Prambudiyono
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitar untuk bertahan hidup. Adaptasi pada lingkungan yang buruk merupakan adaptasi organisme untuk mengatasi suatu tempat yang buruk. Apa sajakah hal yang mengindikasikan lingkungan yang buruk? Ada banyak hal yang mengindikasikan suatu lingkungan yang buruk salah satunya seperti polusi udara dan pembuangan air limbah cucian ke sungai (Shinta, 2013).
Dalam psikologi patalogi bahwa orang yang berada di tengah daerah slums maka dapat berakibat pada individu yang adaptasinya buruk maka menjadi berperilaku patalogis pada hal ini dari segi negatifnya. Akan tetapi ada sisi positifnya pula karena tidak semua tempat yang buruk atau kumuh semuanya berperilaku patalogis malahan masyarakat disekitar dapat menjadi lebih rukun. Contoh kasus : Tahukah anda menurut penelitian bahwa botol plastik bisa hancur berapa lama? 50-100 tahun tepatnya botol-botol tersebut dapat melebur dengan tanah. Selanjutnya benda yang pasti kemanapun kita berbelanja akan mendapatkan kantong plastik. Sampah kantong plastik dapat hancur 10-20 tahun. Selain itu zaman sekarang semua barang yang diperjualbelikan pasti berbahan dasar plastik entah dari cover, dominan plastik, ataupun bagian dalam dan luar pasti terlapisi plastik. Jenis-jenis plastik ini dapat hancur dengan membutuhkan waktu 50-80 tahun. Tauhkah anda bahwa kita juga menjadi aktor penyumbang sampah-sampah itu? Dari hal sepele saja kita terkadang sering melakukan hal itu. Terkadang jika kita melihat tempat yang kotor atau lingkungan yang buruk kita juga ikut”an menjadi berperilaku buruk seperti membuang sampah juga sembarangan dengan alasan “ lah yang lain buangnya sembarangan kok, saya juga sembarangan dong”. Tetapi jika kita melihat tempat yang bersih dan rapi pasti kita mau buang sampah disembarang tempat ragu-ragu karena tempat tersebut bersih.
Saran: Ubahlah sikap kita dari yang tadinya buang sampah sembarangan menjadi buang sampah pada tempatnya. Tinggal pilih yang mana anda? Apakah ada mau beradaptasi pada lingkungan yang buruk karena perilaku kita yang buruk pula atau kita mau beradaptasi pada lingkungan yang bersih dengan konsekuensi kita juga harus menjaga lingkungan tersebut Jika anda pernah membaca penelitian bahwa sampah plastik lama untuk hancur maka pilahlah sampah yang berbahan plastik sendiri yang organik sendiri. Sampah organik dapat di jadikan pupuk lalu sampah limbah pastik bisa didaur ulang menjadi barangnya yang bernilai jual seperti tas, dompet, dll. Hal ini sudah saya lakukan, mengumpulkan sampah palstik dan saya sertorkan pada dosen saya yang mengejarkan psikologi lingkungan dan perilaku ini sudah saya jalankan. Lalu Bagaimana dengan kalian?

Daftar Pustaka :
Kartini Kartono. 2010. Patalogi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Shinta, A. 2013. Psikologi Lingkungan : Pentingkah Untuk Dipelajari?. Retrived from http://lintaskampusup45.blogspot.com/2013/03/psikologi-lingkungan-pentingkah-untuk.html on Mar 23, 2015

Sumanto, E. 2012. Butuh Berapa Lama Sampah Bisa Hancur. Retrived from http://bio.unsoed.ac.id/artikel/1965-butuh-berapa-lama-sampah-bisa-hancur#.VRLBaIG9tJF  on Mar 25, 2015



0 comments:

Post a Comment