21.10.15

RANGKUMAN ARTIKEL : 1.300 DESA DI NTT RAWAN BANJIR


Muji Pambudi
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
 

          Perubahan iklim yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTTT) sangat berpengaruh terhadap pola hujan yang akan cenderung meningkat terutama pada bulan Agustus –Mei atau intensitas tertinggi terjadi pada bulan Desember. Hal ini beresiko terhadap sekitar 40 persen atau 1.300 dari 3.237 desa di NTT dimana daerah tersebut sangat rawan terhadap banjir. Jika hal ini tidak ditangani dengan serius maka angka tersebut pada tahun 2040 akan berpotensi menjadi dua kali atau 80 persen dari seluruh totak desa yang ada di NTT.

           Dalam temu media terkait perubahan iklim dan dampaknya yang di prakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bekerja sama dengan UNDP ( Program Pembangunan PBB) dan Bappeda NTT terungkap bahwa  1.300 desa rawan banjir di NTT kebanyakan ada di Flores barat terutama di Manggarai Raya, sebagian desa di Pulau Sumba bagian barat, Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Malaka.
KLHK menurut Kepala bidang adaptasi perubahan lingkungan hidup Tri Widayati sudah mempunyai rencana aksi yang strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat desa terhadap perubahan iklim dan sudah diterapkan di Sembilan desa di NTT dan akan meningkat menjadi 1 desa pada tahun 2016. Tetapi menurut Kepala Bappeda NTT Wayan Darmawa menyampaikan bahwa strategi pembangunan harus disesuaikan degan daerah berbasis desa/kelurahan dan tidak diseragamkan.
           Apa sumbangan artikel tersebut untuk psikologi lingkungan? Artikel tersebut memberi kesadaran bagi kita bahwa perubahan iklim harus disikapi dengan serius karena dampak yang ditimbulkan bisa mengakibatkan derita bagi ratusan bahkan ribuan warga seperti banjir dan lain lain.Sebagai mahasiswa psikologi, hal-hal kecil yang bisa dilakukan antaramengenalkan kepada anak anak sekitar tentang dampak yang terjadi jika ada perubahan ikklim, sehingga paling tidak mereka mengenal apa yang bisa terjadi saat terjadinya perubahan iklim, sehingga bisa lebih tahu dan paham akan dampak dampak yang ada.

 

Sumber tulisan:

 

Kompas (2015). 1.300 Desa di NTT Rawan Banjir. 5 Mei

0 comments:

Post a Comment