13.10.15

Penyebab Anak Mengalami Kesulitan Membaca

Naurmi Rojab Destiya
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Membaca didefinisikan sebagai “proses untuk menerjemahkan kode-kode visual ke dalam bahasa pengucapan yang bermakna (Mayer, 2008; Chistoper, dkk, 2000 dalam Kumara,2014). Menurut penulis, awal individu membaca adalah berbicara. Berbicara adalah komunikasi yang bisa kita dengarkan tanpa membaca dan menyampaikan sesuatu dalam arti berkomunikasi. Pertumbuhan kognisi, seorang anak akan mempelajari segala sesuatu mengenai teori dan praktek dari perilakunya dan kemudian baru melalui bahasa dalam arti berbicara. Setelah seorang anak bisa berbicara hal yang dilakukan adalah membaca. Namun berbeda dengan “Mila” (nama samara). Mila mengalami keterlambatan atau kesulitan dalam hal membaca. Biasanya kesulitan membaca, disebabkan oleh beberapa faktor.
Kesulitan membaca sering terjadi pada anak-anak. Bentuk ketidaklancaran membaca tersebut antara lain adalah membaca secara lambat, menghilangkan kata dari teks, menambahkan kata pada teks dan tidak memahami teks (Kumara, 2014)
Kelancaran membaca merupakan dasar kesuksesan akademik anak. Anak-anak yang terampil membaca, sejak usia selalu dipaparkan dengan bahan cetakan, yang akan membuat anak memiliki rasa ingin tahu lebih besar dan selalu ingin memperluas pengetahuannya (Cunning ham & Stanonich, 1997 dalam Kumara,2014). Menurut penulis, dalam ungkapan tersebut sekaligus menjelaskan bahwa anak yang dari usia dini tidak pernah dipaparkan tulisan atau bahkan tidak pernah diajarkan membaca, ini bisa mengakibatkan kesulitan membaca atau bahkan buta aksara pada anak. Sebagaia contoh anak-anak yang berada dipedalaman mereka cenderung susah untuk membaca, bicara dengan orang asing saja susah. Kini karena kurangnya fasilitas untuk membaca dan pengetahuan yang kurang. Bahkan masih ditemukannya buta huruf diusia dewasa. Ada kemungkinan bisa membaca tapi membutuhkan proses waktu yang lambat, anak-anak yang lambat dalam penguasaan keterampilan membaca lebih jarang mendapatkan latihan membaca dibandingkan teman sebayanya (Allington, 1984)
Faktor fisiologi juga berpengaruh, yakni ketidakmampuan mengucapkan mengartikulasikan fenomena” tertentu dengan benar yang kemudian berimbas ketidak mampuan membaca teks dengan benar dan cepat (Davidson, 2003; Kumara, 2014). Mereka memerlukan banyak waktu dan kesempatan berlatih untuk dapat menyamakan langkah dengan anak-anak pada umumnya.
Mempersiapkan anak untuk membaca harus dimuali sejak dini, meskipun begitu anak tidak bisa dipaksa karena anak juga memiliki tahapan perkembangan membaca dan kognitif. Karena membaca bukan hanya mengucapkan bahasa tulis tetapi juga memahami makna dari tulisan (Abdurrahman, 2012).

DAFTAR PUSTAKA
·         Abdurrahman, M. (2012). Anak kesulitas belajar.. Jakarta: Rineka Citra.

·         Kumara, A, dkk. (2014). Perkembangan Kemampuan Membaca.Yogyakarta: Kanisius.

0 comments:

Post a Comment