20.10.15

Pentingnya Komunikasi

Umi Fatimah
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Komunikasi sebagai integrator sosial, Filsafat melihat posisi komunikasi dalam hubungan timbal balik antara manusia dan alam semesta (lanigan, 1979). Tanpa adanya komunikasi manusia akan terasa sendiri tanpa adanya orang lain, Karena komunikasi adalah salah satu bentuk untuk bersosialisasi dengan orang lain. Ahli – ahli ilmu sosial telah mengungkapkan bahwa kurangnya komunikasi akan menghambat kepribadian (davis, 1940, Wasserman, 1924).

Semua anak yang terlahir didunia ini adalah titipan. Bagi setiap orang tua wajib untuk merawatnya dengan baik. Sesibuk apapun aktifitas orang tua harus bisa membagi waktunya untuk anak – anaknya, paling tidak hanya sekedar komunikasi antara anak dengan orang tua, agar anak tidak merasa jauh dengan orang tuanya. Sebagai mana yang dialami ita. Sejak kecil ia diasuh oleh pengasunya karena kedua orang tuanya sibuk bekerja,  bahkan semua kegiatan ita orang tuanya tidak mengetahuinya. Secara materi ita sudah terpenuhi akan tetapi untuk kasih sayang dari orang tuanya ia belum bisa merasakannya, karena sibuknya kedua untuk bekerja, ia harus selalu bersama pengasuhnya dan ini yang membuat kepribadian ita kurang baik. Kurangnya perhatian dari orang tuanya membuat ia tidak bisa memanage uang, ia tidak bisa menghargai uang dan selalu memfoya – foyakannya. Ia merasa hidup ini tidaklah adil mengapa ia tidak bisa seperti teman – temnnya disekolah yang selalu diperhatikan dan selalu diantar ketika berangkat sekolah. Ia irih dengan teman – temanya, sehinnga ia menjadi kepribadian yang pemarah karena keinginannya selama ini belum pernah terpenuhi.

Penulis memprediksi dari iustrasi diatas, Ketik anak jarang komunikasi degan orang tuanya akan menimbulkan kepribadian yang kurang baik, Ia kurang suka untuk bersosialisasi maupun membantu orang lain,  bahkan bisa menjadi anak yang individual, Karena sejak kecil ia terlatih untuk hidup sendiri tanpa kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Sebaiknya sebagai orang tua harus bisa membagi waktunya untuk anak – anaknya. Anak sangat membutuhkan bimbingan / didikan dari orang tua, kurangnya komunikasi bisa membawa anak menjadi kurang baik dan bisa juga ia memprepsikan bahwa komunikasi itu tidaklah penting, karena ia sudah terbiasa untuk hidup sendiri  tanpa pantauan dari orang tua. 

 Daftar Pustaka:

Rahmat, J. (1985). Psikologi komunikasi. Bandung: Remadja Karya CV Bandung.

0 comments:

Post a Comment