20.10.15

Peduli dan Manfaatkan Sampah Di Lingkungan


Peduli dan Manfaatkan Sampah Di Lingkungan


 
Yudha Andri Riyanto & Umi Fatimah
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

            Lingkungan yang cepat rusak, semua didasari dari perilaku manusia disekitar. Perilaku yang asal – asalan membuat lingkungan disekitar menjadi kumuh, mudah rusak, berbau dan banyak penyakit. Sebab dari itu semua adalah sampah, yaitu barang yang tidak terpakai atau barang bekas diletakan atau dibiarkan menumpuk sehingga terlihat kotor atau mengkotori lingkungan. Perilaku tidak peduli dengan sampah adalah salah satu ciri individu yang tidak berinovatif tinggi. Hanya dari hal paling sering dijumpai dan mudah didapatkan banyak yang tidak mau atau sama sekali tidak peduli dengan sampah, khususnya sampah anorganik.

Padahal  (Rindang. 2011) Jenis sampah           Umur Degradibilitas / terurai dijelaskan sebagai berikut :

Kertas 2, 5 bulan
Kardus           5 bulan
Kulit jeruk      6 bulan
Busa sabun  20 – 25 tahun
Sepatu kulit   20 – 40 tahun
Kain nilon     30 – 40 tahun
Plastic            50 - 80 tahun
Alumunium   90 – 100 tahun
Streofom        Tidak dapat terurai

Riyanto, 2015 (Ni Made Sunarti 2002), menjelaskan bahwa di negara maju mulai menerapkan 4 R, yaitu : Reduce yaitu menurangi konsumsi yang menggunakan plastic dan menggurangi kendaraan peribadi. Repalace yaitu mengganti sesuatu sebagai alternative yang lebih akrab dengan lingkungan. Reuse yaitu mengurangi pemakaian bahan yang habis buang. Recover yaitu mendaur ulang barang bekas.
Dalam Mimbar Akademik ini penulis mengajak mahasiswa, masyarakat umum, dosen dan lulusan universitas lainnya sedikit peduli dan memanfaatkan sampah dilingkungannya. Duapuluh lima, lebih peserta mimbar akademik, mempraktekkan cara mendaur ulang sampah menjadi bahan yang setidaknya menarik dan bermanfaat. Semua bahan berupa sampah anorganik dari lingkungan kantor, kampus dan rumah yang penulis kumpulkan dalam waktu 1 hari, sebelum acara dimulai.
Hal yang sangat mengejutkan bagi penulis, adalah kreasi yang dibuat peserta sangat bagus dan menarik. Dapat diambil kesimpulan bahwa semua individu sebenarnya dapat dan kreatif dalam membuat kreasi dari bahan limbah. Akan tetapi dorongan untuk melakukan kreatifitas dari  barang bekas terkadang tidak ada. Dari hal tersebut penulis mengajak untuk membuat kreatifitas untuk diri sendiri terlebih dahulu, misalnya : buku dari kertas bekas yang dijilid, gantungan kunci dari limbah anorganik, hiasan rumah dari bungkus kopi, susu, daterjen dan sampo, dan aktifitas yang menekan penumpukan sampah lainnya. Alasan penulis mengambil tema peduli lingkungan dan sampah disekitar dalam Mimbar akademik ini adalah, bagimana membangun daya tarik individu untuk tahu, peduli yang bagaimana? dan sampah yang bagiamana? Karena,  Menurut Hilgrad, Atkinson & Atkinson, 1975:527-529. (Shinta, 2002) terdapat dua hal penting dalam pembentukan persepsi karena kesan pertama ini yaitu primacy effect  yaitu adanya kecenderungan bahwa informasi yang diterima pertamakali akan lebih berbobot atau lebih dapat dipercaya & recency effect hal ini timbul karena dalam hubungansosial yang sifatnya berkesinambungan.
            Saat dalam penjelasan materi lingkungan, penulis selalu menampilakan, menceritakan hal yang menarik tentang pengelolahan sampah anorganik. Penulis juga menampilkan beberapa gambar contoh mainan yang dibuat oleh anak – anak. Hal ini bertujuan membangun keirian dalam berinovasi dengan anak – anak.
            Mimbar akademik ini hanya menyediakan kesempatan belajar bersama sekitar 20 peserta. Akan tetapi antusias peserta dari fakultas lain, mahasiswa universitas lain, pendidik PAUD, umum dan dosen membuat ruangan mimbar akademik penuh atau over peserta, yaitu 25 lebih peserta ikut dalam peduli lingkungan dan manfaatkan sampah dilingkungan.
            Suasana panas, air minum dan  snack datang terlambat tidak menyurutkan peserta dalam belajar bersama di mimbar akademik. Walaupun penulis sangat khawatir dengan proses berjalannya presntasi. Diawal persiapan penulis dan teman – teman termasuk dosen yang membantu sangat disibukkan dengan beberapa alat antara lain :  laptop yang tidak mau membaca file di falsdisk, speker yang tidak menyala, harus bergonta – ganti laptop dalam waktu yang mempet dan AC yang mati.
            Banyak peserta dari luar yang baru membaca info atau baru inggin mengikuti mimbar akademik yang bertema peduli dan manfaatkan lingkungan. Tetapi saat itu pendaftaran ada di no penulis, sehingga yang terjadi banyak calon peserta yang tersasar, sms dan telfon berkali – kali tidak penulis respon dikarenakan penulis sibuk menyiapkan snack, dan peralatan.
            Akan tetapi proses presentasi di mimbar akademik berjalan sesuai rencana dan over peserta. Kreatifias dan Antusias sampai acara selsai sangat membuat senang. Antusias peserta bagi penulis adalah modal mereka untuk berinovasi lebih maju dan sukses.
Berikut ini adalah penjelasan tentang peduli dengan lingkungan melalui video : iklan layanan masyarakat. Rivomr12. 2014. layanan iklan masyarakat. Retrieved On september 20, 2015. From : yotube layanan iklan masyarakat
Game inovasi limbah sekitar

Ø  Tujuan dari game ini, adalah pertama, kampanye peduli lingkungan dengan memanfaatkan sampah dilingkungan sekitar. Kedua, mengasah kreatifitas dari sampah yang sering dijumpai. ketiga, mengubah konsep sampah menjadi aset kreatifitas
Ø  Peralatan dan bahan yang digunakan berupa : gunting, lem dan curter. Bahan yang digunakan berupa sampah anorganik dari lingkungan kampus, kantor dan rumah (kertas bekas, kardus snack, botol air mineral, gelas air mineral, tali rafia, bungkus kopi, susu, sampo, daterjen dankantong plastik.
Ø  Jumlah pesserta game : 6 – 8 orang / kelompok
Ø  Waktu yang dibutuhkan dalam game : 10 menit
Ø  Posedur game :
1.    Peserta dibagi menjadi 3 kelompok, pembagian dengan cara berhitung 1, 2, 3
2.    Setiap kelompok mendapatkan kertas petunjuk untuk pembuatan beserta petunjuk alat dan bahan yang diggunakan
3.    Intruksi, setiap kelompok diskusikan mainan atau benda yang menarik. Setelah hitungan 1 – 3 peserta berebut atau berusaha mencari sampah anorganik disekitar mimbar akademik. Dalam waktu 10 menit satu kelompok membuat minimal 2 benda atau mainan.
4.    Presentasi setiap kelompok, menceritakan hasil kerjasama, benda yang dibuat, cara membuat kesulitan dan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain
Ø  Diskusi : hasil diskusi tentang game dan materi
1.    Kelompok pertama, sangat antusias didalam kelompok pertama semua anggota kelompok membuat mainan dari bahan limbah yang kemudian mampu menyebutkan manfaat, misalnya pesawat (dapat dibuat mainan untuk anak – anak dari pada membeli dan dapat dibuat miniatur dirumah atau kamar)
2.    Kelompok kedua, hanya membuat 2 benda / mainan dari botol air mineral, didalam kelompok ini juga mampu menceritakan proses dan manfaat
3.    Kelompok hanya membuat 1 alat main yaitu mobil, mobilan dari plastik kemasan. Walupun Cuma 1 buah mainan / benda yang dibuat dari bahan limbah, kelompok ini mampu menjelaskan kerjasama saat membuat dan manfaatnya.
4.    Sebelum acara ditutup beberapa peserta mengajukan pertanyaan tentang pengertian sampah, dan cara mengisi pelatihan, seminar dan workshop ketika peserta tidak sesuai rencana atau proses tidak sesuai rencana.
Daftar pustaka
Ø  Rindang. A. 2011. Pengelolahan sampah organik dan anorganik. Universitas Sumatra Utara. Retrieved on Maret 20, 2015. From : jecthttp://respostory.usu.ac.id/xmlui/handle/123456789/431/browse?value=pengelolahan+sampah+Anorganik&type=subject
Ø  Rivomr12. 2014. layanan iklan masyarakat. Retrieved On september 20, 2015. From : yotube layanan iklan masyarakat
Ø  Riyanto, Y. A . 2015. Materi lomba penyusunan pembelajaran PAUD berbasis pendekatan sains. Peyelengara : dinas pendidikan kota Yogyakarta 2015
Ø  Shinta, A. 2002. Pengantar psikologi sosial. Edisi ke-2. Yogyakarta: Universitas Proklamasi 45.




0 comments:

Post a Comment