20.10.15

Menghadapi Penilaian Kinerja yang Tidak Adil



Restu Wahyuningtyas
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Kinerja adalah keseluruhan nilai yang diharapkan untuk organisasi dari episode perilaku tersendiri dimana individu melaksanakan selama periode waktu yang ditentukan (Motowidlo, Borman dan Schmit, 1997).  Penilaian kinerja pada perusahaan dilakukan oleh orang yang memiliki status jabatan diatas staf, tapi pada perusahaan perorangan bisa dilakukan oleh pemilik perusahaan. Meskipun sering terjadi subjektivitas dalam penilaian terhadap karyawan jika penilaian kinerja dilakukan oleh pemilik perusahaan.
Kejadian seperti ini terjadi pada sebuah butik dimana butik tersebut memiliki dua orang karyawan yang memiliki pekerjaan dibagian yang sama dan dengan tugas yang sama. Subjektivitas dalam penilaian kinerja terjadi pada dua karyawan ini. Dimana salah satu diantaranya sering mendapat kritik dari pemilik butik sedangkan yang lain tidak. Karyawan yang jarang mendapat kritik adalah teman dekat dari pemilik butik, sehingga hubungannya dengan pemilik butik menjadi lebih dekat.  
Berdasarkan definisi kinerja yang diberikan Motowidlo , Borman dan Schmit tersebut saya memberikan saran kepada Dian untuk bekerja dengan baik sesuai yang diinginkan pemilik butik.  Hasil akhir memang penting, tetapi proses yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang baik juga perlu diperhitungkan.  Karena penilaian kerja yang dilakukan pemilik butik bukan saja pada hasil akhir tetapi keseluruhan kerja yang dilakukan karyawan.
Kritik dan komplain yang sering diterima, terjadi karena adanya faktor criterion contamination, yaitu ibu Susi merupakan teman dekat dari pemilik butik.  Apabila Dian tetap ingin bekerja di rumah produksi tersebut, saya sarankan Dian untuk belajar menerima kritikan dan komplain. Seperti yang diungkapkan Deil (2013) yaitu hal yang perlu dilakukan ketika menerima kritik.  Ada tiga hal yang dapat dilakukan antara lain simak dan renungkan kritik, tanggapi dan bahas bersama, terapkan kritik tersebut jika benar.
Apa saja yang dapat kita lakukan jika menghadapi situasi seperti itu? salah satunya adalah mau membuka diri untuk dapat menerima suatu kritikan dari orang lain ketika kritik tersebut bisa membuat kita menjadi lebih baik.

Daftar Pustaka:
Borman, W. (2003). Hand Book of Psychologi Industrial & Organization Psychologi. New Jersey: John Willey & Sons. Inc
Deil, S. A. (2013). 3 Tips Mudah Hadapi Kritikan di Kantor. 26 Juli 2013. http://bisnis.liputan6.com/read/650283/3-tips-mudah-hadapi-kritikan-di-kantor

0 comments:

Post a Comment