30.10.15

Menghadapi Berbagai Karakter Pasien Melalui Komunikasi

 Ana Prihatini 
 Fakultas psikologi Universitas Proklamasi 45  
Yogyakarta



Menjadi seorang farmasis tidak hanya perlu ketrampilan akademik saja, tetapi harus menguasai ketrampilan komunikasi dengan baik dan benar.
Lalu bagaimanakah cara berkomunikasi yang baik dan benar itu?
Komunikasi adalah semua prosedur dimana pikiran seseorang bisa mempengaruhi yang lain Weaver (1949). Teori lain mengemukakan bahwa komunikasi proses dimana kita memahami dan dipahami orang lain, hal ini berjalan ecara dinamis, terus berubah dan berganti tergantung situasi terkait ,Anderson (1959). Komunikasi yang baik dan benar yaitu dengan  bahasa yang mudah dipahami oleh pasien dan tidak terlalu panjang lebar karena bisa membuat pasien marasa bingung.
Dalam setiap harinya kita akan  bertemu dengan bermacam-macam  karakter pasien yang memerlukan  penanganan yang berbeda pula. Ada pasien yang memerlukan penjelasan yang lebih detail, ada yang harus dibantu dalam menentukan pilihan, ada yang memerlukan banyak referensi, ada pula yang mudah percaya dengan solusi yang diberikan oleh farmasisnya.
Saat menemui pasien yang memerlukan penjelasan detail, dibutuhkan kesabaran dalam menyampaikan spesifikasi obat yang  farmasis tawarkan  ataupun  yanglangsung diminta oleh pasien. Pasien ini akan  lebih banyak  bertanya  untuk  meyakinkan bahwa obat tersebut cocok untuk dirinya. Kita tidak perlu terburu-buru dalam menjawab setiap pertanyaan mereka. Jawablah setiap pertanyaan dengan lengkap agar tidak memunculkan pertanyaan lain.
Lain halnya dengan pasien yang harus dibantu saat akan menentukan pilihan. Pasien dengan karakter ini harus diyakinkan pada satu produk saja. Kita bisa menawarkan lebih dari 2 produk kepada mereka, tetapi jangan lupa untuk mengunggulkan satu diantaranya, agar pasien tidak kesulitan untuk menentukan pilihannya. Tipe karakter ini biasanya adalah pasien yang minim pengetahuan tentang obat-obatan, jadi akan lebih baik jika menjelaskan dengan bahasa yang umum dan mudah dimengerti.
Untuk menangani pasien yang memerlukan banyak referensi, sebaiknya kita tawarkan lebih dari 3 produk kepada mereka. Karena biasanya mereka butuh perbandingan dari produk obat yang akan mereka beli. Akan lebih baik lagi jika kita menunjukkan keunggulan masing-masing produknya. Ini akan sangat membantu mereka dalam menentukan pilihannya.
Pasien dengan  karakter  mudah  percaya biasanya akan mendatangkan keuntungan jika kita pintar mengambil peluang. Karena pasien ini percaya medis adalah pengobatan yang terbaik. Tawarkan produk-produk unggulan kita kepada mereka, jangan lupa untuk memprioritaskan harga yang lebih tinggi terlebih dahulu untuk ditawarkan. Jika kita menjelaskannya dengan tepat, maka pasien ini akan sangat mudah untuk memilih produk yang kita tawarkan.
Sopan santun dalam berkomunikasi juga sangat diperlukan. Gunakan bahasa yang santun agar tidak menyinggung perasaan pasien. Jika obat yang mereka cari tidak ada, tawarkan produk turunan(sejenis) lain yang kita miliki dengan bahasa yang sopan.
Jangan  lupa  memberikan informasi obat kepada pasien secara detail agar pasien mudah memahami.
Daftar Pustaka :           
Santoso, Edi dan Mite Setiansah. 2010. Teori Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.




0 comments:

Post a Comment