11.10.15

Masih Adanya Modern Slavery, Karyawan Dituntut Jeli

Juni Wulan Ningsih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Praktek modern slavery ternyata masih kita temukan dalam kehidupan sekitar kita. Hal ini di alami oleh AW (20 tahun) yang bekerja di sebuah perusahaan otomotif di Bekasi. AW sendiri telah bekerja di perusahaan tersebut selama enam belas bulan. Awal mula bekerja disana memang AW merasa nyaman, akan tetapi lama – kelamaan ia kurang sependapat dengan manajemen yang diterapkan di perusahaan tempatnya bekerja. Permasalahan yang dikeluhkan nara sumber berupa sedikitnya tunjangan diperusahaan tersebut yaitu tidak adanya tunjangan kehadiran, jadi tidak ada bedanya antara pekerja yang rajin dengan pekarja yang selalu absen. Juga jika diperusahaan lain masih ada tunjangan transport walau disediakan bus jemputan, diperusahaannya bekerja tidak ada uang transport. Hal yang paling membuat tidak nyaman yaitu disaat terdapat libur nasional, perusahaan tersebut tidak pernah libur tapi disuruh lembur akan tetapi bayarannya sama saja dengan lembur di hari minggu. Hitungan lembur yang berlaku di perusahaan lain yaitu lembur nasional 3x gaji satu hari sedang lembur hari minggu 2x gaji hari biasa.


Solusi yang coba diberikan oleh penulis yaitu sebaiknya AW tetap bekerja dengan baik sampai masa kontraknya habis (september 2014). Jadi ketika dia keluar juga membawa prestasi kerja yang bagus. Selain itu coba memasukan lamaran kerja ke perusahaan - perusahaan lain yang memperhatikan kesejahteraan karyawannya.  Akan tetapi jangan terlebih dahulu keluar dari perusahaan tersebut sebelum memperoleh pekerjaan pengganti agar ia masih tetap mempunyai penghasilan. Jadi bisa di istilahkan jadikan perusahaannya bekerja sekarang sebagai batu loncatan.

Praktek modern slavery memang masih ada, akan tetapi jangan sampai kita diperbudak olehnya. Sebagai seorang buruh pabrik harus jeli dalam mencari informasi mana perusahaan yang sehat serta mana yang managementnya kurang bagus sebelum menetukan untuk bekerja di suatu perusahaan. Agar nantinya kita bisa terhindar dari praktek modern slavery ini.

0 comments:

Post a Comment