20.10.15

Kerjasama Tim
Susanti & Restu wahyuningtyas
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Presentasi yang dilakukan oleh kelompok kami di mimbar akademik bertema tentang kerjasama tim. Presentasi diadakan pada Senin, 28 September 2015, pukul 14.00-15.00 WIB bertempat di Gedung A Ruang wakil Rektor III Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Peserta yang hadir berjumlah 21 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan  masyarakat umum.
Pengertian Kerjasama Tim
Tim merupakan sekumpulan individu, minimal dua individu atau lebih. Setiap orang mengetahui  apa itu Tim, setiap orang juga mengetahui bagaimana orang-orang untuk menjadi sebuah Tim. Sebenarnya setiap orang di planet ini terlibat atau melibatkan diri dalam pembentukan Tim. Oleh Karena itu manusia dirancang untuk berfungsi dalam jalinan dan hubungan saling ketergantungan dengan orang lain. Manusia diciptakan untuk menjadi pemeran tim. Suatu keluarga merupakan sebuah tim. Klub olahraga, seni atau organisasi kemasyarakatan menjadi sebuah tim. Suatu bisnis pun sebuah tim. Gereja, Kelenteng, Wihara,Mesjid atau organisasi lainnya juga sebuah tim. Suatu staf Rumah Sakit merupakan sebuah tim. Suatu kantor pemerintah pun merupakan sebuah tim. Tim Proyek maupun tim multi disipliner yang merupakan paduan efektif dan kecakapan, pengetahuan, dan bakat. Kapan dan di mana pun orang bersama-sama atau berada dalam kebersamaan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan itulah sebuah tim. Jadi tim adalah terciptanya sinergi atau kekuatan yang berasal dari kelompok dalam rangka pencapaian tujuan organisasi (Wibowo dalam Warsihna, 2013).

Setiap orang akan memilih tim terbaik. Setiap orang tahu bagaimana mengatur tugas di antara anggota-anggotanya. Prioritas utama sebuah tim apapun adalah belajar berfungsi seefektif dan semulus- mulusnya sehingga secara individu dan bersama-sama, anggota tim itu dapat meraih sasaran yang tepat (Kadafi, 2010). Akan tetapi jika semuanya telah jelas, mengapa dalam realitas ada tim yang berhasil dan ada juga tim yang gagal? Semua tim dibentuk dengan tujuan baik, tetapi tidak semua tim berhasil.
Tim terbentuk berupaya keras dalam menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan jika kinerja ini diupayakan oleh individu-individu secara sendiri- sendiri. Dalam beberapa kasus tim tampaknya tidak mampu bekerja baik dan membuahkan hasil yang lebih buruk dari pada hasil kerja satu orang yang cakap bekerja sendiri.
Secara teoritis kerja tim adalah kemampuan untuk bekerja sama menuju suatu visi dan misi yang sama, kemampuan mengarahkan pencapaian individu kearah sasaran organisasi. Itulah akar motivasi dan ransangan yang memungkinkan orang biasa mencapai hasil yang luar biasa (Kadafi, 2010).
Tujuan Kerjasama dalam organisasi menurut Wibowo (dalam Warsihna, 2013)
a.    Membangun komunitas seprofesi
Kerjasama tim biasanya terbentuk dari suatu profesi yang sama. Dalam kumpulan individu yang satu profesi tersebut lama kelamaan membentuk komunitas yang semakin utuh.
b.    Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan
Dalam sautau organisasi yang terdiri dari kumpulan individu tentu saja memudahkan tim untuk menyelesaikan suatu tugas. Dari kumpulan individu tersebut masing-masing individu berbagi tugas sesuai dengan kemampuan mereka. Dengan adanya pembagian tugas tentu saja tujuan dari suatu tugas yang diberikan dapat terselesaikan secara efektif dan efisien.
c.    Memperkuat keputusan organisasi dan implementasinya
d.    Menghindari konflik horizontal
Prinsip-prinsip Kerjasama Tim (Warsihna, 2013)
a.      Rasa saling percaya
  1. Ada koordinasi antar anggota
  2. Totalitas
  3. Kekompakkan
  4. Keadilan sesuai porsi
  5. Toleransi
  6. Ada kesamaan visi misi
  7. Bersedia menderita bersama
  8. Ada penggalian potensi pada anggota
  9. Ada komunikasi yang lancar

Kesan Menjadi Trainer
Banyak pengalaman baru yang penulis dapatkan saat menjadi trainer pada waktu itu. Kami harus menyusun materi dalam waktu tiga hari. Mempersiapkan tema, game, dan snack untuk peserta. Kami harus survey ke beberapa penjual snack untuk mengetahui harga snack yang kami inginkan. Kami bahkan harus pergi ke pasar langsung untuk mengetahuinya. Kemudian muncul juga ide untuk memasak sendiri agar lebih hemat. Tapi ternayata setelah dipikir-pikir hal tersebut cukup merepotkan mengingat waktu yang kami miliki juga terbatas.
28 September 2015, di mana akhirnya saya harus menjadi trainer dalam mimbarpun tiba. Acara dimulai pukul 14.00, tetapi saya harus datang sebelum jam satu siang. Memperisapkan segala sesuatunya sebelum tampil bersama teman saya. Saat itu hal yang penting, yaitu minuman untuk peserta ternayata belum dibeli. Kamipun mulai panik tetapi segera mengatasinya dengan membeli di toko terdekat. Ketika tiba giliran kami untuk tampil, ternyata laptop dan speaker tidak mendukung. Kabel proyektornya entah kenapa tiba-tiba bermasalah. Walaupun begitu kemudian acara tetap berjalan. Kami mulai membuka dengan games yang kemudian dibantu oleh teman saya juga. Saat itu walaupun cemas dan gugup tapi kami mampu melewati hari tersebut. Banyak pengalaman baru yang kami dapatkan berkat acara mimbar di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Kami menjadi mengerti bahwa membawakan sebuah pelatihan kepada peserta itu tidaklah mudah. Segala sesuatunya harus dipersiapkan semaksimal mungkin. Harus siap menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Harus berani mengambil tindakan seefektif dan seefisien mungkin.

Dukungan Film terkait Materi
Berikut adalah dukungan film yang menggambarkan pentingnya sama tim
1.    Contoh good team work dan bad team work, alamat web: https://www.youtube.com/watch?v=fUXdrl9ch_Q
2.    Minion on teamwork, alamat web: https://www.youtube.com/watch?v=DvVEeoKrm48

Selanjutnya adalah penjelasan tentang game psikologi yang digunakan dalam pelatihan.
GAME MELAMAR JANTUNG HATI
Tujuan
Membantu proses pengembangan kerjasama di antara peserta. Permainan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemungkinan seseorang mampu bekerja sama dalam satu tim.
Alat dan Bahan                    : Kertas HVS dan spidol warna
Waktu yang dibutuhkan     : 10menit
Jumlah peserta                    : 20 orang
Prosedur Game:
1.    Peserta dibagi menjadi menjadi empat kelompok dengan cara menghitung 1,2,3,4,5
2.    Masing-masing kelompok mendapatkan kertas bergambar denah perjalanan cinta
3.    Trainer mendeskripsikan gambar denah perjalanan cinta menuju jantung hati
4.    Setelah selesai setiap peserta perwakilan kelompok mengambil satu kertas, dan spidol
5.    Peserta diinstruksikan untuk menggambar denah  menuju jantung dengan menggunakan satu spidol dan dipegang bersama anggotanya. Trainer memotivasi setiap kelompok agar bersemangat dan jangan kalah dari tim lainnya.
6.    Setelah selesai perwakilan kelompok mempresentasikan hasil gambarnya. Kelompok yang presentasinya mendekati gambar yang benar atau mendekati benar menjadi pemenang. Kelompok pemenang mendapatkan hadiah.
7.    Pada akhir game, trainer menanyakan kepada peserta hal-hal sebgai berikut:
a.    Apakah yang harus dilakukan agar game dapat diselesaikan bersama?
b.    Apa pengertian kerjasama tim?
c.    Apa saja yang harus ada dalam kerjasama tim?
d.    Mengapa ada kelompok yang menang?
e.    Mengapa ada kelompok yang kalah?
f.     Apakah ada anggota yang ingin menang sendiri?
g.    Apakah ada anggota yang pasif?
h.    Apakah anggota saling menyalahkan?
i.      Apakah ada persaingan antar kelompok?
8.    Semua pertanyaan dijawab oleh peserta dan didiskusikan bersama-sama sehingga peserta mengerti tujuan dari game yang sebenarnya.

Diskusi
1.    Dalam menyelesaikan suatu pekerjaan pada suatu kelompok diperlukan kerja sama tim. Kerjasama tim diperlukan agar tujuan dari tim dapat tercapai dengan visi dan misi yang sama.
2.    Kerja sama merupakan suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.
3.    Dalam kerjasama tim harus ada kepercayaan antar anggota, ketulusan, totalitas dalam bekerja sama, kekompakan dalam tim, keadilan dalam memperlakukan setiap anggota tin, memahami keberagaman, kebersamaan, toleransi, adanya kesamaan visi misi, bersedia menderita bersama, ada penggalian potensi pada anggota, dan komunikasi yang lancar.
4.    Kelompok yang menang adalah kelompok yang mampu membuat gambar denah sesuai dengan contoh yang sudah diceritakan. Selain itu kelompok yang menang juga mengikuti instruksi dari trainer dengan baik, yaitu menggambar bersama dengan menggunakan satu spidol dan satu kertas. Kelompok yang menang memiliki komunikasi yang baik antar peserta, mau menderita bersama dengan saling memegang satu spidol untuk menggambar, memiliki kesamaan visi misi, memahami keberagaman, adanya kebersamaan dan kekompakkan tim, saling toleransi dan adanya penggalian potensi pada peserta.
5.    Kelompok yang kalah adalah kelompok yang dalam peyelesaian tugas yang diberikan masih kurang kerjasama dalam timnya. Kelompok yang kalah pesertanya saling memberikan ide, tetapi yang menggambar hanya satu orang. Padahal petunjuk dalam game, gambar harus diselesaikan bersama dengan menggambar bersama-sama menggunakan satu spidol.
6.    Dalam menyelesaikan game terdapat peserta yang maunya menang sendiri dalam kelompok. Peserta ini mendominasi kelompok dan tidak membiarkan peserta lain mengeluarkan ide-idenya. Kelompok yang memiliki peserta mau menang sendiri tersebut menjadi kelompok yang kalah.
7.    Pada kelompok yang kalah juga terdapat peserta yang pasif dan tidak membantu timnya. Peserta yang pasif seharusnya dimotivasi oleh teman-temannya agar ikut membantu dalam penyelesaian tugas. Jika peserta pasif menjadi peserta yang mampu mengeluarkan idenya untuk membantu tim maka kelompok tidak akan kalah dengan yang lain.
8.    Dalam menyelesaikan game, pada kelompok yang menang tidak terdapat peserta yang saling menyalahkan. Tetapi semua pendapat yang masuk ditampung dan didiskusikan bersama untuk mengambil keputusan yang tepat. Pada kelompok yang kalah juga tidak terdapat peserta yang saling menyalahkan.
9.    Dalam menyelesaikan game terdapat persaingan kelompok. Antar kelompok saling berteriak membanggakan timnya. Beranggapan bahwa timnya akan menang dan berusaha menjatuhkan kelompok lawan.

Lampiran
Berikut adalah lampiran dari presentasi kami:
a.    Scan Daftar Hadir















b.    Foto-Foto Saat Acara Mimbar Berlangsung



























































































Daftar Pustaka

Kadafi, M. 2010. Pentingnya Kerjasama tim dan orientasi hasil terhadap kinerja karyawan. Jurnal Eksis vol. 6 no. 2, Agustus 2010. Retrived from: http://karyailmiah.polnes.ac.id/Download-PDF/EKSIS-VOL.06-NO.2-AGUSTUS-2010/NO%20-%2014%20-%20khadapi%20-%20PENTINGNYA%20KERJASAMA%20TIM%20DAN%20ORIENTASI%20HASIL%20TERHADAP%20KINERJA%20KARYAWAN.pdf Senin, 20 Oktober 2015
Video: Contoh good team work dan bad team work. Retrieved from: https://www.youtube.com/watch?v=fUXdrl9ch_Q Senin, 21 September 2015
Video: Minion on teamwork. Retieved from:  https://www.youtube.com/watch?v=DvVEeoKrm48 Senin, 21 September 2015
Warsihna, J. Modul pelatihan: Budaya dan kerjasama tim. Retrieved from: http://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/PPB/ Senin, 21 September 2015


0 comments:

Post a Comment