20.10.15

KERJA SAMA TIM DALAM MENITI KARIR


Restu Wahyuningtyas dan Susanti
Fakultas Psikologi
Univeersitas Proklamasi 45 Yogyakarta



Kerjasama merupakan salah satu bentuk dari interaksi sosial (Soekanto, 2013). Kerjasama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya. Masih menurut Soekanto (2013), kerja sama merupakan suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Tim adalah terciptanya sinergi atau kekuatan yang berasal dari kelompok dalam rangka pencapaian tujuan organisasi (Wibowo dalam Warsihna, 2013). Kerja tim adalah kemampuan untuk bekerja sama menuju suatu visi dan misi yang sama, kemampuan mengarahkan pencapaian individu kearah sasaran organisasi
Presentasi dengan tema kerjasama tim ini diikuti oleh 25 orang peserta. Pada pembukaan awal presentasi, peserta terlihat antusias mengikuti acara. Antusias peserta terlihat dari jawaban-jawaban yang diberikan peserta atas pertanyaan dari pemateri. Selain itu beberapa peserta juga memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada pemateri. Sehingga terjalin interaksi yang seru dalam acara presentasi tersebut.
Dalam acara presentasi tersebut juga diberikan sebuah game dengan tema yang sama yaitu kerjasama tim. Peserta dibagi menjadi beberapa tim dan dituntut untuk melakukan kerjasama dengan anggota timnya. Untuk menarik antusias peserta, pemateri menjanjikan sebuah reward kepada tim yang berhasil menyelesaikan game sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Setiap tim memiliki anggota laki-laki dan perempuan dengan jumlah total anggota 6-8 orang. Saat game dimulai terjadi ada tim yang bekerja hanya anggota perempuan, hanya 2-3 orang yang bekerja, namun ada juga satu tim yang bekerja sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan.
Setelah waktu untuk game selesai, peserta diberi kesempatan untuk menampilkan hasil kerja timnya. Saat menampilkan hasil kerja tim, peserta ada yang dengan penuh keyakinan dan bangga dengan hasil karya timnya, ada yang terlihat ragu-ragu untuk menampilkan karya timnya dan ada yang hanya ‘ikut-ikutan’ / asal mengikuti menampilkan hasil karya timnya. Hal ini terjadi karena pada peserta yang bangga menampilkan hasil karyanya bekerja sesuai dengan intruksi/petunjuk dan  hasilnya juga sesuai, pda peserta yang ragu-ragu menampilkan hasil karya timnya yang bekerja adalah orang lain dalam timnya sedangkan dia bertugas untuk menampilkan saja sehingga dia tidak ikut secara langsung dalam proses menyelesaikan hasil karyanya. Sedangkan peserta yang hanya ‘ikut-ikutan’, proses kerja dilakukan hanya 2-3 orang, anggota yang lain hanya melihat saja dan tidak memiliki semangat seperti tim-tim lain.

Pembahasan mengenai game juga dilakukan dengan pemutaran sebuah video pendek (www.youtube.com/watch?Dv)
Game Melamar jantung hati
Tujuan game
Membantu proses pengembangan kerjasama di antara peserta. Permainan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemungkinan seseorang mampu bekerja sama dalam satu tim.
Alat dan Bahan          : Kertas HVS dan spidol warna
Waktu                         : 10menit
Petunjuk
1.      Trainer membagi peserta kelompok menjadi empat kelompok
2.      Trainer mendeskripsikan gambar denah perjalanan cinta menuju jantung hati
3.      Setelah selesai setiap peserta perwakilan kelompok mengambil satu kertas, dan spidol
4.      Masing-masing kelompok diinstruksikan untuk menggambar denah  menuju jantung dengan menggunakan satu spidol dan dipegang bersama anggotanya
5.      Setelah selesai perwakilan kelompok mempresentasikan hasil gambarnya
Diskusi:
1.      Kelompok peserta yang memenangkan game, yaitu kelompok yang dalam proses penyelesaian game terjadi kerjasama antar anggotanya, berhasil menyelesaikan game sesuai dengan instruksi, dan hasil gambarnya sesuai yang dicontohkan. Kelompok pemenang mendapatkan reward.
2.      Peserta training dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok, setiap kelompok terdiri atas 6-8 orang. Dalam setiap kelompok terdapat laki-laki dan perempuan.
3.      Kelompok diminta menggambar peta sesuai dengan cerita yang diberikan oleh trainer. Kerjasama yang diharapkan untuk dilakukan oleh peserta adalah menggambar secara bersama-sama menggunakan sebuah spidol yang dipegang oleh peserta saat menggambar peta. Tapi yang terjadi adalah:
a.      Kelompok 1 melakukan pembagian tugas untuk masing-masing anggotanya, peta digambar secara bergantian oleh anggota kelompok dan dalam kelompok ini anggota perempuan lebih dominan daripada anggota laki-laki. Presentasi hasil kerja dilakukan oleh salah satu anggota perempuan.
b.      Kelompok 2 melakukan pembagian tugas, anggota kelompok tidak melakukan perannya dengan baik dan anggota perempuan sangat dominan dalam mengerjakan tugas. Presentasi dilakukan oleh anggota laki-laki.
c.      Kelompok 3 tidak melakukan pembagian tugas, baik anggota perempuan maupun laki-laki bekerja bersama-sama sesuai dengan instruksi. Presentasi dilakukan oleh anggota laki-laki.
4.      Proses menggambar terjadi perbedaan antara kelompok 1, kelompok 2 dan kelompok 3. Kelompok  1 terjadi pembagian tugas, ada yang memberikan motivasi, mengarahkan cara menggambar, bergantian dalam menggambar peta.
Kelompok 2 juga terjadi pembagian tugas, tapi pada kelompok 2 tidak semua anggota bekerja. Hanya 3 orang saja yang bekerja, dimana satu orang bertugas sebagai pencetus ide menggambar, satu orang mengarahkan bagaimana cara menggambar, dan satu orang lagi  yang membuat gambar sesuai dengan instruksi dari kedua temannya. Sementara anggota lain hanya duduk dan memperhatikan saja.
Kelompok 3 membuat gambar secara bersama-sama sesuai dengan instruksi dari trainer. Sehingga semua anggota kelompok ikut aktif dalam menggambar.
Hasil menggambar.
5.      Gambar yang dihasilkan masing-masing kelompok dipresentasikan oleh salah seorang anggota. Dari hasil gambar tiap kelompok sudah sesuai dengan gambar yang diberikan/dicontohkan.
Daftar Pustaka:
Daftar pustaka:
Soekanto, S. 2013. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers
Warsihna, J.     . Modul Pelatihan: budaya kerja & kerjasama tim. Diambil daraml.scribd.com../kerjasama-tim-pdf






0 comments:

Post a Comment