31.10.15

GAJI YANG MINIM




Oleh : Nunuk Priyati
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Upah kerja sangatlah penting bagi karyawan. Hal itu didorong adanya upah kerja sebagai salah satu dasar pokok yang menjadikan seseorang bekerja. Adanya upah kerja yang kecil membuat banyak karyawan kewalahan dalam memanagemet keuangannya. Hal ini juga terjadi pada pak Hari (nama samaran) yang bekerja sebagai satpam disebuah instansi Yogyakarta. Beliau bekerja selama 12 jam setiap harinya, tetapi gajinya masih dibawah UMR.

Pendidikan sekolah yang rendah menjadi salah satu pemicu minimnya upah kerja dan sulitnya mencari pekerjaan. “saya hanya lulusan SMA, jadi ya sulit untuk mencari pekerjaan dengan upah sesuai kebutuhan” kata pak hari.  Saat ditemui beberapa waktu lalu, beliau sedang bekerja diruang Post satpam. Beliau juga merasa bahwa bekerja sebagai satpam terasa santai, dan hal itu yang membuat Pak Hari bertahan tetap bekerja di instansi tersebut. Walaupun, Pak Hari yang bekerja sejak tahun 2013 belum pernah mendapatkan kenaikan gaji.
Upah yang rendah memaksa pak hari mempunyai pekerjaan sambilan. Pak Hari yang hidup dengan seorang istri dan dua anak ini menambah penghasilan sebagai pemelihara ikan. Selain itu, istrinya juga mempunyai kantin di salah – satu SMP Swasta dekat tempat tinggalnya. Tetapi dengan adanya pekerjaan sambilan tersebut, beliau mengaku bahwa penghasilannya belum juga terasa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Bahkan, sudah beberapa kali Liau terpaksa hutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dengan adanya penghasilan yang minim, perlu adanya manajement keuangan keluarga. Memilih mana kebutuhan primer dan mana kebutuhan sekunder agar kebutuhan pokok terpenuhi lebih dulu. Sehingga dengan begitu, beliau akan terhindar dari hutang. Menabung juga termasuk salah satu hal penting yang perlu dilakukan untuk persediaan jika ada kebutuhan mendadak yang tiba – tiba menghampiri. Dan masalah gaji sebagai satpam yang terasa masih kurang, bisa disampaikan kepada atasan. Jika tidak berani menyampaikan sendiri, bisa menggunakan surat masuk penampung masukan, kritik dan saran. Adapun kebutuhan memang tidak akan terpenuhi secara total. Hal ini terjadi dengan adanya sifat tak puas dan selalu merasa kurang yang dimiliki oleh kebanyakan manusia pada umumnya.
NB : Essay ini merupakan tugas psikologi industri dan organisasi yang diampu oleh ibu Arundati Shinta

0 comments:

Post a Comment