10.10.15


Etiket Berpendapat Saat Rapat

M.Melinda Rahail
Fakultas Psikologi. Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Saat adanya rapat sering kali sikap saling menghargai dan toleransi memudar, orang dengan seenaknya menginterupsi orang lain, walkout ketika ada ketidaksamaan dalam pendapat, atau lebih memilih bercerita dengan dan tidak mengikuti rapat dengan baik.
Biasanya hal tersebut terjadi karena, orang merasa bahwa kemampuannya/jabatannya lebih tinggi dari orang lain, merasa bahwa pendapatnya benar sedangkan orang lain salah dan menganggap rapat tidak terlalu penting sehingga tidak harus diikuti dengan serius
Hal tersebut terjadi saat rapat berlanngsung di perusahaan-perusahaan/lembaga-lembaga tertentu di Indonesia yang sedang mengadakan rapat, walaupun bukan semua perusahaan-perusahaan/lembaga-lembaga di Indonesia yang melakukan hal tersebut. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut tetap ada.
Oleh karena itu, orang harus memperhatikan etika saat rapat sehingga proses berlangsungnya rapat tidak selalu di hentakan dengan adanya pertikaian antara karyawan.
Etiket/etika adalah ilmu tentang kebiasaan atau akhlak moral,seperti baik atau tidak, patut atau tidak sikap atau tindakan seseorang.

Dengan belajar untuk menjaga etika maka seseorang sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini ketika rapat:
1.    Sikap saling menghargai
Dengan tidak melakukan walkout ketika tidak setuju dengan pendapat orang

2.    Mau mendengarkan dan tidak menginterupsi orang lain
Mau mendengarkan pendapat orang lain dengan baik serta tidak buru-buruunutk menginterupsi pembicaraannya

3.    Berempati
Mampu menempatkan diri pada situasi dan kondisi sekarang. Seperti: tidak bercerita ketika rapat

4.    Tidak egois
Mau memberi kesempatan kepada karyawan lain untuk menyampaikan saran dan pendapatnya serta tidak terus membantah pendapat orang lain dan mengatakan bahwa pendapatnya lah yang benar

5.    Menyampaikan saran dengan jelas, singkat dan padat
Kadang orang keliru menyampaikan pendapat yang dikemas dengan padat. Sehingga mereka berbicara terlalu panjang atau bahkan, mengkaitkan pembicaraannya dengan hal lain yang nyata-nyata tidak berhubungan sama sekali dengan apa yang sedang dibicarakan. Oleh karena itu, setiap saran dan pendapat harus dipersiapkan baik-baik, sesingkat mungkin dan langsung ke intinya saja supaya tidak menimbulkan kebingungan.

Sumber : (INO)Kompas.18 Juni 2015. Halaman 48

0 comments:

Post a Comment