28.9.15

Sentimen Primordialisme Pilkada


Tri Jumiati
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Pilkada adalah pemilihan kepala daerah yang dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah administratife setempat yang memenuhi syarat. Pemilihan kepala daerah dilakukan satu paket bersama dengan wakil kepala daerah. Dalam setiap diadakan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, pemerintah selalu mengadakan seleksi dan pemeriksaan keaslian berkas – berkas. Setelah itu, Pemegang kekuasaan hasil pilkada sangat ditentukan sejauh mana kemampuan dan kemauan yang bersangkutan megeluarkan kebijakan – kebijakan yang berguna untuk pembangunan masyarakat.

Setelah rezim orde baru memang sarat dengan dilema, kontroversi dan paradoks. Ketika reformasi digulirkan dan demokratisasi dielaborasikan, kita dihadapkan pada paradigm otonomi daerah yang kental spirit reservasi terhadap “putra daerah”. Padahal, otonomi daerah sendiri memikul beban berat berupa pencerahan dan percepatan proses demokrasi di daerah. Dalam perkembangan wilayah di Indonesia yang disebabkan proses migrasi selama puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu, tidak ada suatu wilayah yang bisa mengklaim dirinya sebagai wilayah yang hanya dihuni penduduk asli. Maka dari itu, di harapkan agar pemerintah dan seluruh masyarakat tidak memandang “putra daerah” atau “ imigran” dalam proses pelaksanaan Pilkada.
Sumber berita :

Agustar. (2015). Sentimen Primordialisme Pilkada. Kompas, 19 september. Halaman 7.

0 comments:

Post a Comment