13.9.15

PSIKOLOGI LINGKUNGAN “ALIH FUNGSI LAHAN HARUS SEGERA DIKENDALIKAN”



YUDHA ANDRI RIYANTO
13.310.410.1044
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Antisipasi yang dilakukan Pemda DIY untuk mengendalikan alaih fungsi tanah yaitu dengan cara meminta pemerintah kabupaten untuk segera membuat rencana detail tentang ruang. Disisi lain kepala Bidang Tata Ruang Dinas pekerjaan umum perumahan dan Energi Sumber Daya mineral, menjelakan tentang tata ruang yang dijalankan pemerintah DIY maupun kabupaten dan kota sudah mengatur kawasan melalui PERDA.
PERDA tersebut belum cukup untuk mengatur alih fungsi, dikarenakan PERDA Rencana Tata Ruang Wilayah tidak menentukan titik lokasi lahan.
Rencana Detail Tenang Ruang yang akan dilakukan ini akan ditentukan ukuran lahan pertanian, bahkan rinci hingga milik perorangan. Dari pengamatan dinas tata ruang, Kabupaten Bantul yang sudah mengajukan RDTR atau Rencana Detail Tata Ruang ke dinas provinsi.
Menurut kepala dinas Tata Ruang, Hanato belum adanya RDTR sangat rentan dimanfaatkan oleh pengusaha nakal untuk mendirikan industri dilahn pertanian. Pada tahun 2014 lalu Gubenur DIY sudah mengeluarkan peraturan gubenur yang mengatur tentang proses perizinan dilokasi yang rentan melanggar aturan. Bentuk dukungan pemerintag kabupaten untuk segera membuat RDTR, pihaknya bersedia mefasilitasi bantuan teknis pembuatan peta.
Penulis mengajak untuk dapat ikut serta dalam rancangan rencana Dinas tata ruang DIY. Peraturan yang akan dibuat sebenarnya tidak merugikan siapapun kecuali oknum yang ingin mengambil alih lahan untuk industri. Pengambil alihan tanah untuk industri hanya akan berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Memang ketika itu manusia tidak merasakan secara langsung tetapi 10 – 25 tahun yang akan datang akan terasa. Contoh kecil saja 10 tahun yang lalu udara dan lingkungan sekitar kita bagaimana? Dibandingkan sekarang? Sangat berbeda sekali jika kita merasakan.

Sumber: had (2015). Alih fungsi lahan harus segera dikendalikan. Tribun jogja hal 13. Maret 28, 2015.

0 comments:

Post a Comment