20.9.15

"Modern Slavery"

Kasus III
Artikel dengan Topik : Modern Slavery

Jati Pramono
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Kasus   : Bety (nama samaran) 26 th, seorang TKI asal Solo, bekerja di malaysia sudah 4 th. Ia memutuskan bekerja menjadi TKI setelah lulus SMK, ia ikut mendaftar menjadi calon TKI melalui PT Shanghyangman yang telah bekerja sama dengan sekolahnya dan perusahaan di malaysia dimana ia telah bekerja sekarang. Pada mulanya ia tergiur dengan besarnya gaji yang ditawarkan oleh perusahaan malaysia tersebut. Setelah melalui beberapa tes dan akhirnya dinyatakan lulus, Bety beserta 26 temannya berangkat ke malaysia dengan membawa uang saku 2 juta. Setelah ia bekerja selama 1 bulan dan akhirnya menerima gaji pertama, ia terkejut dengan gaji yang ia terima karena begitu banyaknya potongan yang sebelumnya tidak ia ketahui dan tidak sesuai dengan perjanjian kontrak kerja sebelumnya.


Pekerjaan yang sangat padat, target kerja yang menekan dan banyaknya lemburan ia lakukan dengan sabar. Tidak jarang ia mendapatkan kopi pahit dari bosnya karena belum sesuai target. Karena tekanan yang ia terima berat, ia berencana untuk resign setelah kontraknya habis. Singkat cerita, ia mendapatkan pekerjaan barunya di tempat lain (Pabrik rokok). 

Perusahaan yang ia tempati juga sama saja, yakni cuma dijadikan sapi perah saja, sekiranya sudah tidak produktif maka akan dikeluarkan ditambah tanpa pesangon lagi. Dengan memiliki 2 anak dan baru saja diceraikan suaminya, ia tidak patah semangat dan terus mencari-cari peluang yang lebih baik.

Solusi
1. Bety sebaiknya mencoba berwirausaha kecil-kecilan, misalnya membuka warung makan, es jus dll.
2. Bety sebaiknya mencari alternatif misal kalau mau bekerja pastikan perusahaannya legal, berizin, dan yang paling penting pilih perusahaan benar2 menghargai karyawannya.
3. Bety sebaiknya memulai merencanakan membuka lembaran baru misal pulang ke indonesia dan mengikuti program dari pemerintah yakni program PNPM Mandiri.
4. Berdo'a dan membiasakan bersyukur setiap saat supaya diberikan jalan keluar terbaik.

Sekian.......
Terima Kasih.
Salam sukses

0 comments:

Post a Comment