13.9.15

KETIDAK NYAMANAN SAAT TRAINING

Umi Fatimah
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Dalam sebuah perusahaan selalu diadakan training apabila ada karyawan baru, meskipun tidak semua perusahaan tapi kebanyakan perusahaan-perusaan besar diadakan training untuk mengetahui bakat dan potensi-potensi yang telah dimiliki calon karyawan tersebut. Diadakannya training perusahaan menjadi tahu dan bisa menempatkan sesuai dengan kemampuannya.

Seperti yang dialami Ratih (nama samaran) umur 42 tahun yang bekerja disalah satu Yayasan dalam pengasuhan Anak Usia Dini diyogyakarta. Awal  masuk kerja, masa-masa training Ratih sama sekali tidak diberi tahu kepada kepala Yayasan tersebut bagaimana cara kerjanya, dibagian apa Ratih akan bekerja. Ratih hanya melihat cara kerja karyawan lama, karena Ratih masih baru semua menyuweikinnya, tidak ada sapaan, tidak ada teguran semua hanya diam saja. Ratih pun sering mengawali pembicaraan dan menyapa teman-temannya supaya terlihat biasa dan  tidak ada jarak, tetapi responnya masih tetap sama hanya diam dan dicuekin. Ratih hampir putus asa karena tempat kerjanya kurang mengenakkan, ia ingin keluar walaupun belum ada satu bulan dimana Ratih bekerja.

Solusi: Sebagai karyawan baru sebaiknya menanyakan bagaimana cara kerjanya dan akan ditempatkan dibagian mana kepada pimpinan, supaya tidak kebingungan dalam menjalankan pekerjaannya. Seringlah berkomunikasi walaupun tidak ada respon, seperti pepatah “sekeras apapun batu itu kalau ditetesin air terus menerus pasti akan terlobangi juga” , sekeras apapun hati seseorang kalau kita mengalah dan bersikap baik kepadanya pasti akan luluh juga, dan selalu berfikir positif dengan apa yang telah terjadi, mungkin saja semua teman-teman dan pemimpinmu sedang menguji mental, dan ingin tahu seberapa anda mengetahui tentang anak.

Referensi:

Fatimah, umi. (2015). Ketidak Nyamanan saatTraining  . Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi45. Yogyakarta

0 comments:

Post a Comment