24.9.15

" FENOMENA ALAM YANG MENAKUTKAN ‘Bun Upas’ Ancam Petani Kentang "



RINGKASAN ARTIKEL : FENOMENA ALAM YANG MENAKUTKAN

‘Bun Upas’ Ancam Petani Kentang

Jati Pramono

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 

Yogyakarta


BANJARNEGARA (KR) – Fenomena alam berupa embun es atau dikenal dengan istilah bun upas di musim kemarau yang paling ditakuti para petani kentang, mulai turun di Desa Dieng Kulon, salah satu desa di pegunungan Dieng Banjarnegara. Untuk kali pertama bun upas turun pada Kamis pagi dinihari (21/5).


Kades Dieng Kulon, Slamet Budiono, mengatakan suhu udara di luar rumah sangat dingin, sekitar 5 derajat Celcius. Pada Kamis dinihari sekitar pukul 01.00, bun upas warna keputihan muncul di beberapa tempat, termasuk di sebagian ladang kentang.

“Tanaman kentang yang terkena bun upas langsung layu. Biasanya, tanaman akan kering beberpa hari kemudian.” Kata Slamet. Menurutnya, sampai sekarang belum ditemukan cara efektif untuk mengatasi maslah tersebut. Sehingga, ketika tanaman terkena bun upas, petani hanya bisa pasrah. 

Dikatakan, sebenarnya ada upaya yang bisa dilakukan, yaitu membuat naungan dari lembaran plastik. Tetapi cara tadi jarang dilakukan petani karena biaya tinggi. Cara lain adalah mengatur waktu tanam agar pada musim kemarau ladang kosong atau sudah panen. Namun petani tak pernah memperhitungkan waktu, karena biasanya setelah panen tanah diolah dan ditanami lagi.

Selain menghancurkan tanamn kentang, bun upas juga mematikan tanaman wortel dan beberaa jenis sayuran lainnya. Fenomena alam ini menjadi ancaman bagi para petani setiap musim kemarau, antara bulan Mei hingga Agustus. (Mad)-g


Sumber Pustaka :

Muchtar, M. (2015). FENOMENA ALAM YANG MENAKUTKAN, ‘Bun Upas’ Ancam Petani Kentang. Kedaulatan Rakyat, 22 Mei.

0 comments:

Post a Comment