19.9.15

Dibenci Sahabat
Oleh: Nunuk Priyati
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta



Tanya:
Saya (23) menikah dengan mantan sahabat saya. Saya tidak tahu jika dia masih mencintai mantannya tersebut. Dia tiba-tiba menjauh. Beberapakali saya pernah meminta maaf setelah tahu titik persoalannya lewat pesan karena dia tidak mau diajak bertemu dan menolak panggilan saya lewat telephone tapi dia juga tidak membalasnya. Ketika kami bertemu dan saya menyapanya, dia justru berlalu pergi. Apa yang harus saya lakukan untuk memperbaiki hubungan saya dengan sahabat saya tersebut? Sedangkan saya sendiri merasa bersalah dan marah.
Nindi-Sleman
(bukan nama sebenarnya)


Jawab:
Pertama-tama yang harus anda lakukan adalah menghilangkan rasa bersalah dan marah anda. Anda tidak pernah bermaksud merebut seorang pria yang disukai sahabat anda untuk menjadi suami anda. Adapun hubungan sahabat anda dengan pria itu telah berakhir. Sahabat anda sudah sepantasnya menerima kenyataan tersebut. Jika sahabat anda belum menerimanya sehingga membenci anda, jelas itu bukan salah anda. Anda tentu juga tidak perlu marah dengan sikap sahabat anda saat ini. Mencintai seseorang yang tidak mungkin akan dia miliki menjadi situasi yang sulit. Cobalah anda memahami posisi sahabat anda.
            Langkah selanjutnya yang dapat anda lakukan adalah dengan terus bersikap baik pada sahabat anda. Anda tidak perlu memaksanya mengangkat telephone atau membalas pesan SMS anda. Sapalah ia saat anda menjumpainya. Ajaklah sahabat anda bicara dan bercerita seperti pada saat hubungan anda dan sahabat anda masih baik. Sesekali berkunjunglah ke rumahnya. Respon pertama dari sahabat anda mungkin kurang menyenangkan tapi selang berjalannya waktu, sahabat anda akan mengerti dan paham sehingga dia tidak membenci anda lagi.


0 comments:

Post a Comment