24.9.15

" Budidaya Sirsak Madu yang manis "



RINGKASAN ARTIKEL : Budidaya Sirsak Madu yang manis

Jati Pramono

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 

Yogyakarta

Tidak mau terus rugi akibat pohon pepaya California selalu terserang virus yang sulit diberantas, Muhtadi (58) petani dari Desa Tambakmulyo Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen, mencoba keberuntungan dengan menanam pohon sirsak madu. Hasilnya diluar dugaan karena hasil budidaya sirsak madu ternyata semanis rasa buahnya.


Dari 125 pohon yang kini berumur 3 tahun, Muhtadi bisa mendapatkan paling sedikit Rp. 24 juta selama musim berbuah. “Satu tahun hanya sekali berbuah. Kalau lagi berbuah, masa pemetikan bisa sampai dua bulan,”ujar Muhtadi, Minggu (17/5).

Muhtadi tertarik menanam sirsak madu setelah lelah oleh ulah virus yang selalu menyerang pohon pepaya California yang di taman sebelumnya. Apalagi dari penyedia bibit, perawatannya sangat ringan, serta tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Bahkan bibit pohon sirsak madu yang diperoleh dari Temanggung seharga Rp. 11.000,00 per bibit, pada umur satu setengah tahun sudah menghasilkan. “Satu pohon, buahnya bisa 40. Satu buah, beratnya 1,5 hingga 3 kilogram,”jelas Muhtadi seraya mengatakan, saat ini masa berbuah sudah mulai berakhir.

Kebun sirsak madu milik Muhtadi yang berada di kawasan agrowisata holtikultura, membuatnya tidak mengalami kesulitan untuk memasarkan hasil panennya. Kebanyakan pembeli yang datang untuk memetik sendiri. Harganya Rp. 8.000,00 hingga Rp. 10.000,00 per kilogram.

Pembeli juga diperkenankan mencoba manisnya sirsak yang terkenal memiliki banyak manfaat, seperti menurunkan kadar kolesterol serta untuk mengobati kanker.    (Suk)-g


Sumber Pustaka :

Sukmawan. (2015). Budidaya Sirsak Madu yang manis. Kedaulatan Rakyat, 22 Mei.

0 comments:

Post a Comment