20.9.15

“BERKAH SESEORANG YANG GEMAR MENOLONG”


Artikel Psikologi Sosial I
Jati Pramono
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
 



                Dimas (nama samaran) usia 25 tahun seorang pemuda di daerah selatan yang berprofesi sebagai tenaga serabutan mempunyai pengalaman berharga dalam kehidupannya, kejadiannya terjadi sejak 3 tahun yang lalu. Ketika dimas sedang perjalanan pulang ke rumah dan ia menyempatkan mampir dulu di rumah makan nasi padang, tiba-tiba dari arah utara ada 3 orang yang mengalami kecelakaan sepeda motor, sehingga jatuhlah ke tiga orang tersebut sehingga hal tersebut menggerakkan hati saya untuk membantu sebisa mungkin untuk mengangkat orang tersebut dan membawa sepeda motor untuk diamankan biar tidak mengganggu lalu lintas. Ketiga orang tersebut bernama Joko, wisnu dan alif. Ketiganya saat itu mau perjalanan berangkat kerja ke warung makan “selera kita” di yogyakarta.


                Kebetulan pada saat itu dimas membawa chlorophyll dan langsung  diminumkan dan oleskan ke bagian luka ketiga orang tersebut, dan hasilnya sungguh luar biasa ketiga orang tersebut merasakan perubahan yang lebih baik yang tadinya pusing dan gemetar sekarang hilang, yang tadinya perih dan terasa kaku sekarang agak mendingan. Semua itu terjadi atas izin Tuhan YME. Akhirnya dimas berkenalan dan memberikan kartu nama kepada ketiga orang tersebut dan saling tukar menukar nomor telepon. Pertemanan pun akhirnya terjadi dan ketiga orang tersebut menucapkan banyak terima kasih dan meminta dimas untuk sering mampir ke tempat ketiga pemuda itu bekerja yang intinya ingin membalas kebaikan dimas. Ilustrasi diatas sesuai dengan teori fisher (1982: 222-224)yang menjelaskan tentang basic qualities yang efektif dalam situasi helping relationship yang menyebutkan ada beberapa prasyarat agar misi menolong orang lain ini dapat diterima dengan baik khususnya prasyarat yang ketiga yaitu pihak penolong harus mampu menunjukkan perasannya dengan sungguh-sungguh serta mengekspresikannya dengan cara-cara yang tepat.

                Pengendalian yang dilakukan dimas adalah sebaiknya dimas selalu menjaga hubungan dengan ketiga temannya tersebut dengan mengirimkan sms menanyakan kabar dan lain sebagainya. Hal ini bermanfaat untuk menambah ilmu skill with people guna sebagai modal untuk masa depan.Membiasakan mendengarkan ceramah atau menghadiri pertemuan yang bersifat kemanusiaan untuk menjaga kesehatan mental dan meningkatkan kepedulian terhadap sesamanya. Hal tersebut sesuai dengan teori Fisher (1982: 161-162) tentang prasyarat yang kedua yang menyatakan bahwa penolong harus bisa menunjukkan penerimaan dan menyukai orang yang ditolongnya.

                Prediksi yang akan terjadi dan dialami dimas beserta ketiga temannya tersebut jika mampu menjaga hubungan pertemanan dengan baik adalah keakraban dan keharmonisan hubungan keduanya menjadi lebih solid karena dampak yang dirasakan dimas dan ketiga temannya  menjadi tentram hatinya, tambah saudara, dimudahkan mencari rezeki serta kesehatan dimas baik fisik maupun mental  akan balance dan fit. Hal tersebut sesuai dengan teori Middlebork (1974: 147) dalam( Shinta: 147) tentang tiga alasan utama seseorang bersedia menolong orang lain khususnya alasan yang ketiga yang menyatakan bahwa seseorang bersedia menolong yaitu moods and feelings (perasaan). Bila seseorang  merasa bahagia setelah menolong maka ia cenderung untuk tidak memperhatikan dirinya sendiri dan bisa melihat kebutuhan orang lain.


DAFTAR PUSTAKA
Shinta, A. (2002).Pengantar Psikologi Sosial. Edisi ke-2. Yogyakarta: Universitas Proklamasi 45.

0 comments:

Post a Comment