16.9.15

Ringkasan Artikel : Anak Indigo, Mereka Tidak Berbeda


Sri Mulyaningsih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Anak Indigo terkadang menjadi perbincangan di lingkungannya. Perlakuan yang berbeda sering mereka dapatkan. Bahkan terkadang terkesan seperti dimanfaatkan. Sejatinya anak indigo sama dengan anak – anak pada umumnya. Maka dari itu kita harus memperlakukan mereka dengan sewajarnya sesuai anak pada seusianya.
Istilah Indigo diperkenalkan oleh Cenayang Nancy Ann Tappe pada tahun 1970-an.
Kata Indigo diambil dari nama warna yaitu Indigo yang berarti biru ke ungu-unguan. Sedangkan di Indonesia, diperkenalkan oleh seorang pengamat anak Indigo (nama pengamat tidak dicantumkan) yang hasil pengamatannya sesuai dengan teori Nancy.
Seorang anak dapat dikatakan menjadi anak yang Indigo, ketika dia memiliki bakat yang di atas rata – rata pada anak seusianya. Anak indigo cenderung memiliki IQ tinggi,  bahkan lebih tinggi dari anak jenius. Yang dapat tergambar jelas sebagai salah satu ciri anak Indigo adalah mereka cenderung untuk menantang kepada aturan. Tidak mudah focus terhadap orang yang baru dikenal, dan suka menciptakan peraturan sendiri.
Ada 4 jenis anak Indigo berdasarkan bakatnya, 1. Humanis, yaitu anak yang mempunyai jiwa social yang tinggi. 2. Konseptual, yaitu kemampuan untuk menciptakan kreatifitas yang tidak terduga. 3. Seniman, memiliki rasa seni yang tinggi dan berbeda dari yang lain. 4. Interdimensional, mampu merasakan yang tidak dapat dirasakan orang pada umumnya. Contohnya, masa depan, merasakan adanya makhluk tak kasad mata, atau meramalkan kematian seseorang. Seorang anak bisa memiliki anugerah Indigo juga dapat disebabkan garis keturunan. Yang mungkin didalam keluarganya juga ada yang memiliki sifat sama dengannya. Keadaan indigo ini tidak dapat dihilangkan namun dapat dikontrol sesui dengan emosi dan usia kematangan anak itu sendiri.
Namun sejatinya, anak Indigo adalah anak biasa yang diberi kelebihan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Mereka juga butuh kasih sayang dan cinta. Mereka butuh diperhatikan bukan dimanfaatkan untuk kepentingan – kepentingan pribadi orang lain. Sebagai seseorang yang berada di sekitar mereka, kita harus menerima keadaan meraka apa adanya dengan sekala kelebihan dan kekurangan mereka, seperti kita memeperlakukan diri kita sendiri.
Sumber : Ima Santika Jayatir, Mpsi (Psikolog), Anak Indigo, Mereka Tidak Berbeda, Kedaulatan Rakyat, 07 Mei 2015, Hal:24

0 comments:

Post a Comment